Senin, 08 Agustus 2011

GAGAL BERSEDEKAH


Malam itu, 27 September 2010 kira-kira pukul 21.15 WIB saya singgah di sebuah warung makan di Manyar Surabaya. Maklum sehabis kuliah perut terasa melilit karena belum makan malam. Setelah duduk di meja makan, saya panggil pelayan dan segera memesan soto ayam –menu utama warung makan tersebut- dan segelas jeruk panas.
Tidak begitu lama menunggu, akhirnya pelayan datang membawa menu yang saya pesan. Wuihh… asap mengepul keluar dari soto yang masih panas. Karena perut sudah memanggil-manggil, akhirnya kusantap saja soto itu. Yahh.. memang sudah biasa makan makanan panas.
Setelah beberapa sendok soto masuk ke mulut, tiba-tiba datang anak laki-laki seusia SD sambil membawa setumpuk majalah. Dia menghampiri saya dan menawarkan majalah tersebut. Seperti biasa, saya tidak terlalu tertarik sama majalah-majalah yang biasa dijual di jalanan. Spontan saya angkat tangan kiri saya –nggak-. Akhirnya anak itu berlalu dari hadapan saya dan menghampiri pengunjung warung makan yang lain. Tak jauh berbeda, mereka juga bilang “tidak”. Bahkan ada yang tak sudi meliriknya.
Dari kejauhan saya perhatikan anak tersebut berjalan menjajakan majalah sambil terbatuk-batuk. Wah… kayaknya batuknya cukup serius. Dalam hati saya ingin memanggil anak tersebut untuk makan bersama, tapi, berat sekali mulut ini untuk bersuara. Mungkin karena kebiasaan saya kurang peduli sama orang yang meminta-minta di jalanan atau pun di kantor-kantor. Entah karena malu dilihat orang lah, karena masih terpikir mau beli susu untuk anak lah, mau bayar SPP, dan lain-lain. Tiga, empat, lima orang telah ia lalui. Anak itu pun keluar dari warung makan tanpa seorang pun yang mempedulikannya. Saya masih memperhatikannya dari dalam warung. Ia masih terus berjalan menjajakan majalah yang ia bawa sambil terbatuk-batuk.
Astaghfirullah… Akhirnya ia hilang dari pandangan saya. Saya sangat menyesal telah mengurungkan niat saya untuk memberikan sedekah kepada anak itu. Sangat jarang saya mendapatkan kesempatan untuk membantu orang yang memang benar-benar membutuhkan. Karena, memang saya berpikir kalau kita ingin bersedekah hendaknya berhati-hati jangan sampai sedekah kita tidak tepat sasaran.
Melalui tulisan ini saya hanya berharap bisa menjadi nasihat buat saya pribadi dan orang-orang yang mau peduli terhadap orang-orang di sekitarnya agar jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berbuat baik. Mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan yang lain untuk menabung guna masa depan kita di akhirat, amiiin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar